NADIKABAR.COM — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan inflasi beras kuartal ketiga (Q3) 2026 menjadi terendah dalam empat tahun, ditopang penguatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) tanpa importasi dan penyaluran beras kepada masyarakat.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah tidak melakukan impor beras medium, melainkan hanya mendatangkan beras khusus yang belum diproduksi dalam negeri.
"Kita tidak ada impor beras medium, yang ada selundupan dan sudah ditangkap. Impor hanya beras khusus karena tidak ditanam, misalnya Basmati. Jumlahnya kecil sekali," kata Amran dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Berdasarkan data historis Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi beras secara tahunan pada akhir kuartal ketiga tahun 2026 menjadi yang paling stabil dibandingkan empat tahun terakhir.
Inflasi beras tahunan pada September 2023 tercatat mencapai 18,44 persen akibat salah satunya dipengaruhi fenomena El Nino yang mulai melanda Indonesia.
Kemudian pada September 2024, inflasi beras berada di level 5,91 persen dan terus melandai hingga September 2025 yang tercatat sebesar 4,06 persen.
Sementara pada September 2026, inflasi beras tahunan berada pada level 3,73 persen sehingga menjadi capaian paling stabil dalam periode empat tahun terakhir.