NADIKABAR.COM β€” Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat kesiapsiagaan krisis pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penyaluran 4.000 paket bantuan bagi masyarakat rentan rawan pangan di daerah tersebut.

β€œDaerah rawan pangan yang selama ini kami survei paling banyak berada di Papua dan NTT. Karena itu, kita berupaya agar ada penanganan khusus dengan fokus pada wilayah NTT dan Papua,” kata Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Aulia Sofyan dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Bapanas menyalurkan 4.000 paket bantuan pangan kepada masyarakat miskin yang masuk kelompok desil satu dan dua di 13 desa rentan rawan pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

"Penyaluran dimulai sejak tanggal 2 sampai 4 November 2026. Ini merupakan bagian dari Aksi Kesiapsiagaan Krisis Pangan Tahun 2026," ujarnya.

Aulia turun langsung mengawal distribusi bantuan pangan itu di Desa Kiufatu, Kecamatan Kualin, Timor Tengah Selatan.

Ia mengatakan berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Tahun 2025, terdapat 81 kabupaten/kota atau 15,76 persen dari total kabupaten/kota di Indonesia yang masuk kategori rentan rawan pangan.

Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu provinsi dengan sebaran wilayah rentan rawan pangan yang perlu mendapat perhatian, dengan 18 kabupaten/kota masuk kategori tersebut.