βKita berkolaborasi, bermitra untuk mengantisipasi kejadian krisis pangan, dengan penguatan cadangan pangan pemerintah, kerjasama antar daerah, dan juga mendorong partisipasi berbagai pihak termasuk Bulog, BMKG, dan masyarakat untuk sama-sama mengatasi potensi terjadinya krisis pangan dan dampaknya,β ujarnya.
Sebagai bagian dari aksi tersebut, Bapanas menyalurkan 4.000 paket bantuan pangan kepada keluarga miskin desil 1 dan 2 yang tersebar di 13 desa rentan rawan pangan di Kabupaten TTS pada 2β4 November 2026.
Setiap paket bantuan terdiri atas jagung pipil sebanyak dua bungkus atau satu kilogram, telur ayam ras 20 butir, kacang hijau satu kilogram, minyak goreng satu liter, dan susu bubuk sebanyak 10 saset.
Sementara itu, Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Aulia Sofyan mengatakan wilayah Papua dan NTT menjadi perhatian dalam upaya penanganan kerawanan pangan karena memiliki tantangan geografis dan kondisi lingkungan yang cukup berat.
"Daerah rawan pangan yang selama ini kami survei paling banyak berada di Papua dan NTT. Karena itu, kita berupaya agar ada penanganan khusus dengan fokus pada wilayah NTT dan Papua," katanya.