NADIKABAR.COM — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan penugasan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan naik delapan kali lipat untuk mengatasi anomali harga daging ayam da telur ayam ras serta memperkuat pasokan pakan unggas peternak nasional.

Pemerintah memastikan hadir dalam menjawab kebutuhan peternak unggas terhadap pakan dengan harga yang lebih terjangkau melalui program SPHP yang telah dijalankan Perum Bulog sejak Mei atas penugasan dari Bapanas.

"Bahkan alokasi SPHP jagung di tahun ini telah naik hingga mendekati 8 kali lipat dibandingkan tahun 2025," kata Kepala Bananas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan, di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.

Amran menyebutkan pelaksanaan program SPHP jagung pakan dilakukan, karena pemerintah menemukan adanya anomali dalam sektor perunggasan nasional.

Menurut dia, harga di tingkat peternak belum berada pada kondisi ideal, sementara harga yang dibayarkan konsumen masih cukup tinggi, sehingga pemerintah menyiapkan sejumlah langkah penyelesaian.

"Solusi yang kami lakukan yang jangka pendek kepada peternak, yaitu SPHP (jagung pakan). SPHP dari Bulog sudah dibagikan yaitu jagung yang diberikan kepada peternak kecil dengan subsidi oleh pemerintah. Ini juga menguntungkan peternak," kata Amran.

Amran menjelaskan kondisi tersebut terjadi meskipun produksi ayam dan telur nasional mengalami surplus, bahkan telah mampu memenuhi kebutuhan ekspor. Harga telur di tingkat peternak berada pada kisaran Rp20.000-Rp21.000 per kg, sementara di konsumen mencapai Rp40.000-Rp45.000 per kg sehingga terdapat anomali tata niaga.