Di sisi lain, langkah tegas pemerintah bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dilaporkan telah memberikan implikasi positif terhadap perkembangan harga telur ayam dan daging ayam ras.
Dugaan praktik pihak perantara (middleman) akan terus diusut agar keseimbangan harga dapat terwujud.
"Alhamdulillah terima kasih Pak Kabareskrim, juga Pak Kapolri, kami sudah bicara. Sudah mulai menindak. Baru diumumkan, harga sudah turun. Jadi harga turun di konsumen. Ini kabar baik," kata Amran.
Bapanas mencatat harga pangan di tingkat konsumen, rata-rata harga telur ayam ras secara nasional tercatat sebesar Rp28.414 per kilogram (kg).
Sementara itu, rata-rata harga daging ayam ras secara nasional berada di angka Rp39.310 per kg, dengan perkembangan harga menunjukkan tren penurunan setelah langkah pengendalian pemerintah dilakukan.
"Jika dibandingkan dengan kondisi satu bulan sebelumnya, harga telur ayam ras mengalami penurunan sebesar 1,3 persen, sedangkan harga daging ayam ras turun lebih signifikan hingga 4,82 persen," kata Amran pula.