NADIKABAR.COM — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan subsidi biaya angkut daging ayam ke daerah bergejolak harga guna menjaga kewajaran harga, memperkuat distribusi, sekaligus menjamin pasokan bagi masyarakat dan peternak.
"(Untuk) angkutan distribusi, kita bisa subsidi dari Bapanas, supaya penyerapan produksi dari tempat produsen yang lebih, bisa menyebar ke seluruh daerah," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Komoditas daging ayam ras sepanjang September dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menyumbang andil terhadap inflasi nasional. Hal itu dipengaruhi adanya peningkatan permintaan daging ayam ras didorong oleh kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah dan juga faktor harga pakan ternak.
Sebagai antisipasi fluktuasi harga yang berlebihan, Bapanas menguatkan perannya untuk dapat membantu pemerintah daerah yang bukan produsen daging ayam ras dan tengah mengalami fluktuasi harga. Subsidi biaya angkut dari daerah produsen menjadi solusi yang disiapkan.
"Jadi begini, ini ada kebutuhan semakin banyak, mungkin dalam bulan-bulan terakhir terjadi kenaikan, tapi masih harga yang wajar, masih di batasnya, tidak secara keseluruhan. Di daerah pun masih banyak yang murah. Hanya tempat-tempat tertentu saja yang mungkin produsen ayamnya kurang," ujar dia.
Menurut Hermawan, salah satu kendala yang kerap dihadapi pemerintah daerah dalam upaya stabilisasi harga pangan pokok strategis adalah adanya biaya angkut distribusi dari luar daerahnya. Apalagi jika daerah tersebut bukan daerah sentra produsen.
"Bapanas memastikan mana daerah yang kurang (pasokan) akan disuplai dari daerah-daerah yang produsen. Kita anggaran masih ada," kata Hermawan