Mengenai perkembangan harga daging ayam sampai saat ini, dalam pemantauan harga Bapanas, per 2 Oktober 2026 rata-rata harga secara nasional berada di Rp40.961 per kilogram (kg).

"Ini sebenarnya telah terjadi penurunan 0,62 persen terhadap seminggu sebelumnya yang (mencapai) Rp41.218 per kg dan menurun 0,82 persen terhadap sebulan sebelumnya yang Rp41.300 per kg," katanya menjelaskan.

Dilihat dari segi ketersediaannya, lanjut Hermawan, proyeksi stok daging ayam ras sampai akhir tahun 2026 masih dapat mencapai 1 juta ton.

Hal itu berdasarkan stok awal tahun 2026 yang berada di 200 ribu ton ditambahkan estimasi produksi dalam negeri setahun yang diperkirakan 4,7 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi nasional 3,9 juta ton.

Surplus pada daging ayam ras ini tentunya harus dijaga pemerintah secara proporsional. Keseimbangan harga mulai dari hulu sampai hilir patut dijaga kewajarannya. Intervensi di hilir seperti subsidi biaya angkut juga diiringi melalui intervensi di hulu yang menyasar ke peternak unggas.

Salah satunya melalui pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. Langkah itu merupakan tindak lanjut atas arahan Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar jajarannya dapat terus terus mengawal ketersediaan jagung pakan bagi peternak.