NADIKABAR.COM — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyebut pemanfaatan sumber daya hayati, biosolusi menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ketahanan nasional.

“Biosolusi merupakan peluang penting bagi Indonesia untuk memanfaatkan kekayaan sumber daya hayatinya guna mendukung kemakmuran ekonomi, pelestarian lingkungan dan ketahanan nasional,” ujar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Teguh Sambodo di Jakarta, Rabu.

Dari laporan The Value of Biosolutions: Growth and Prosperity – Indonesia Edition memperkirakan sektor biosolusi di Indonesia berpotensi menghasilkan nilai ekonomi sebesar 2,23 miliar dolar AS pada 2035.

Jumlah lapangan kerja yang tercipta di sektor tersebut juga diperkirakan meningkat hampir tiga kali lipat dalam periode yang sama.

Nilai ekonomi tersebut setara dengan lebih dari dua kali nilai ekspor kopi Indonesia saat ini, yang merupakan salah satu komoditas pertanian Indonesia yang paling dikenal.

Ia mengatakan seiring dengan pengembangan strategi bioekonomi Indonesia, kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi dan mitra pembangunan akan menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

Menurut dia, studi itu menyoroti potensi kekayaan sumber daya hayati dan agenda pembangunan Indonesia untuk menempatkan negara ini sebagai salah satu pemimpin bioekonomi di Asia Tenggara pada masa mendatang.

Selain menghasilkan nilai ekonomi secara langsung, sektor biosolusi juga berpotensi memberikan efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja di sektor lainnya.

Setiap lapangan kerja baru di sektor biosolusi diperkirakan dapat mendukung penciptaan 3,8 lapangan kerja tambahan di sektor-sektor ekonomi lain, terutama pertanian dan sistem pangan. Efek berganda tersebut hampir 60 persen lebih tinggi daripada rata-rata global.

Temuan itu menunjukkan bahwa biosolusi berpotensi memperkuat rantai pasok lokal sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang melampaui sektor tersebut.

Laporan tersebut juga mengidentifikasi potensi biosolusi dalam mendukung sejumlah prioritas pembangunan Indonesia, mulai dari ketahanan pangan, diversifikasi energi, transformasi industri hingga penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, penerapan prinsip ekonomi sirkular, serta penguatan ketahanan jangka panjang.

Country Manager Indonesia Novonesis Yonny Setiady mengatakan biosolusi telah membantu berbagai negara meningkatkan pemanfaatan sumber daya, memperkuat ketahanan pangan dan energi, mengurangi emisi, serta membangun industri yang lebih tangguh.

“Di berbagai belahan dunia, biosolusi membantu negara-negara menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit, memperkuat ketahanan pangan dan energi, mengurangi emisi, serta membangun industri yang lebih tangguh,” ujar Yonny.

Ia mengatakan Indonesia memiliki sumber daya dan ambisi untuk menjadi pemimpin bioekonomi di Asia Tenggara.

“Indonesia memiliki sumber daya dan ambisi untuk menjadi pemimpin bioekonomi di Asia Tenggara. Laporan ini menunjukkan bagaimana biosolusi, dengan dukungan kebijakan yang tepat, dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi, dan mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045," ucapnya.

Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua Nugini, dan ASEAN Yang Mulia Sten Frimodt Nielsen mengatakan inovasi berbasis hayati di Denmark telah menghasilkan nilai ekonomi melalui pengembangan teknologi di bidang enzim, fermentasi, dan bioteknologi.

“Seiring dengan penyusunan strategi bioekonomi nasional Indonesia, terdapat peluang besar untuk menyatukan berbagai elemen ini dan memastikan bahwa biosolusi menjadi bagian dari pembangunan ekonomi jangka panjang negara,” ujar Sten.