Penerapan tersebut mencakup penggunaan pakan dan desain keramba yang disesuaikan dengan kebutuhan ikan serta daya dukung lingkungan.

Teknologi pakan juga dirancang untuk mengurangi penggunaan fosfor yang dapat memicu pencemaran danau.

Adapun sebagai pilar utama transformasi ekonomi hijau dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Kementerian PPN/Bappenas mengintegrasikan Pembangunan Rendah Karbon (PRK) dan Berketahanan Iklim untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca.

Lewat intervensi di sektor transisi energi, pengelolaan lahan dan ekosistem karbon biru, ekonomi sirkular, industri hijau, serta transportasi ramah lingkungan, PRK menargetkan penurunan emisi sebesar 31,89 persen hingga 43,2 persen pada 2030.

Kemudian penurunan intensitas emisi ditargetkanb hingga 93,5 persen pada 2045.