Peluncuran itu dilakukan untuk mendukung penyusunan Peta Jalan Pengembangan Bioekonomi Indonesia yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Langkah ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 yang menempatkan bioekonomi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

β€œPengembangan bioekonomi akan difokuskan pada klaster pangan, energi, kesehatan, kosmetik, biomaterial, dan jasa lingkungan,” ujar dia.

Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua Nugini, dan ASEAN Sten Frimodt Nielsen mengatakan bahwa biosolusi membuka peluang baru bagi kerja sama Indonesia dan Denmark, yang tahun lalu merayakan 75 tahun hubungan diplomatik.

β€œJika kita diberi pilihan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, kita sering merasa harus memilih salah satu. Tapi bagaimana jika inovasi dapat membantu kita mencapai keduanya. Di sinilah biosolusi dapat membuat perbedaan,” kata Sten.

Dia mengatakan salah satu pelajaran penting dari pengalaman pihaknya ialah inovasi membutuhkan kondisi yang tepat agar berhasil, regulasi yang jelas, investasi dalam riset dan pengembangan, serta kerja sama erat antara pemerintah, industri, dan akademisi.

Sementara itu, Country Manager Novonesis Indonesia Ang Yonny Setiady menyuarakan optimisme terhadap posisi Indonesia di kawasan.