βIndonesia memiliki modalitas dan ambisi yang kuat untuk menjadi pemimpin bioekonomi di Asia Tenggara. Melalui intervensi kebijakan yang tepat, biosolusi akan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan mengakselerasi pencapaian Visi Indonesia Emas 2045,β ujar Yonny.
Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin turut menekankan pentingnya kemandirian bioekonomi berbasis modal domestik.
Pengembangan bioekonomi nasional dinilai harus bertumpu pada aset Indonesia sendiri, yaitu mikroba indigenous, pengetahuan lokal, serta basis riset nasional yang ditopang kepastian pasar melalui kebijakan strategis seperti mandatori B50 dan E20.
Peta Jalan yang sedang disusun diharapkan dapat mendorong komersialisasi riset, menyediakan fasilitas pilot plant, menjamin kepastian regulasi dan pembiayaan, serta memastikan pembagian manfaat yang adil bagi masyarakat.
Seluruh temuan dalam laporan dan aspirasi dari diskusi panel tersebut akan diintegrasikan dalam penyusunan Peta Jalan Bioekonomi Indonesia yang disusun secara inklusif dan partisipatif. Laporan The Value of Biosolutions: Growth and Prosperity to 2035 β Indonesia Edition dapat diunduh secara lengkap melalui laman resmi www.thevalueofbiosolutions.com.