NADIKABAR.COM — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), dan Aliansi Organis Indonesia (AOI) meluncurkan laporan Statistik Pertanian Organik Indonesia (SPOI) untuk mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan yang berbasis pada data.
"Melalui laporan Statistik Pertanian Organik Indonesia tahun 2025 ini, kita dapat terus memperkuat tata kelola melalui tiga parameter utama, data deret waktu yang konsisten, metodologi dan cakupan komoditas yang terstandarisasi, serta integrasi data ke dalam siklus perencanaan dan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah," kata Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas Leonardo A A Teguh Sambodo dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, laporan tersebut akan menjadi landasan dalam menentukan langkah pengembangan pertanian organik di Indonesia, yang merupakan kunci dalam upaya Indonesia mewujudkan sistem pangan dan pertanian yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Indonesia sendiri telah menetapkan target untuk meningkatkan proporsi komoditas pertanian organik menjadi 1,55 persen dari total produksi pada tahun 2029, naik dari 1,47 persen pada tahun 2025, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025–2029.