NADIKABAR.COM — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan bahwa Manajemen Talenta Nasional (MTN) periode 2025-2029 telah memasuki tahap penguatan pelaksanaan yang membutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh pihak untuk mendorong prestasi talenta di tingkat dunia.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menyatakan fokus pihaknya saat ini adalah memperkuat kelembagaan, menyempurnakan mekanisme implementasi, dan memperluas kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“Dengan tahapan tersebut, kita dapat melihat bahwa prestasi talenta Indonesia di tingkat global tidak dapat dibangun secara instan. Prestasi merupakan hasil dari proses-proses panjang yang membutuhkan konsistensi kebijakan, kelembagaan yang kuat, data yang baik, pembinaan yang berkesinambungan, serta kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya sebagaimana dalam keterangan resmi pada agenda Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus, di Gedung Kesenian Sunan Ambu, ISBI Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin.
Penyelenggaraan MTN disebut menjadi upaya strategis pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif melalui penataan ekosistem pendukung ketalentaan di tingkat nasional.
Upaya itu dilakukan dengan mengorkestrasi beragam intervensi pembibitan, pengembangan, dan penguatan talenta lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan MTN 2026 bertema “Menguatkan Ekosistem Talenta, Menuju Indonesia Emas 2045” ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN), khususnya melalui perguruan tinggi.
“Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di Bandung bukan sekadar event, melainkan juga ruang untuk mendiseminasikan arah kebijakan, showcase dan mengapresiasi talenta, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem talenta Indonesia,” kata dia.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Indra Ridwan menegaskan pentingnya orkestrasi kebijakan yang kuat dan terintegrasi serta kolaborasi berbagai pihak, terutama perguruan tinggi.
“Peran pendidikan tinggi sangat menentukan dalam membangun ekosistem talenta nasional yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Indra.
Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di Bandung dimeriahkan oleh pertunjukan seni mahasiswa ISBI Bandung, yaitu paduan suara Gita Suara Choir, pencak silat, dan Rampak Kendang.
Sesi Talenta Bicara menghadirkan Mariam Sofrina sebagai perupa di Venice Biennale 2026, Rino Rakhmata Mukti sebagai penerima Habibie Prize 2025 kategori Ilmu Pengetahuan Dasar, serta Herlin Aprilin Lali sebagai peraih medali perunggu cabang canoe sprint putri 200 meter pada Asian Games Aichi-Nagoya, Jepang, 2026. Ketiganya membagikan pengalaman perjalanan karier hingga mencapai prestasi di tingkat global.
Pada sesi talk show bertema “Merajut Kolaborasi, Mengembangkan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”, para pemangku kepentingan dipertemukan untuk mendukung pengembangan talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Diskusi ini dihadiri oleh Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional Edy Giri Rachman Putra; Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Syukur Asih Suprapjo; Plt Sekretaris Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Setiyana Djafar; Pelatih Tim Nasional Dayung Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya, Jepang, 2026, Dian Kurniawan; serta pegiat seni, kurator, dan produser Keni K Soeriaatmadja.
Para narasumber membahas pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan seluruh mitra pembangunan untuk mendukung dan meningkatkan daya saing talenta Indonesia di tingkat dunia.
Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas Endang Sulastri mengatakan bahwa pihaknya bersama ISBI Bandung ingin menghadirkan contoh nyata bagaimana ekosistem talenta dapat berjalan beriringan dengan perguruan tinggi.
"Kami berharap kegiatan MTN Goes to Campus ini menjadi awal kolaborasi kita yang bisa terus berlanjut nanti antara pemerintah, akademisi, dan juga pemangku kepentingan lainnya untuk kita bisa bergerak bersama membangun jalur pembinaan talenta yang semakin baik, terukur, dan juga memberikan kejelasan bagi talenta Indonesia,” ujar Endang.