Di samping itu, Wamen Febrian turut menyoroti dukungan Indonesia yang terbagi menjadi empat pilar utama. Pertama, penguatan kemerdekaan Palestina melalui dukungan pengembangan masyarakat dan kelembagaan. Kedua, pemberian bantuan kemanusiaan berupa pangan, obat-obatan, fasilitas keamanan, serta tempat tinggal.
Selanjutnya adalah dukungan terhadap upaya Palestina mendapatkan pengakuan dan menyuarakan haknya sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Terakhir, penguatan dukungan Indonesia dalam memberikan tekanan internasional terhadap rezim Zionis Israel untuk mengakhiri pendudukan, menghentikan pelanggaran hukum internasional, serta menghormati hak-hak rakyat Palestina.
“Saya harap dialog ini menjadi permulaan atas keberlanjutan kebijakan. Posisi Indonesia sudah jelas. Palestina berhak hidup dengan kebebasan di negeri mereka sendiri, serta menjadi negara yang berdaulat dan mandiri. Indonesia akan terus mengupayakan hal ini melalui langkah-langkah yang manusiawi, diplomasi, upaya penegakan tanggung jawab, serta pertimbangan yang matang dalam membangun kelembagaan yang diperlukan bagi masa depan,“ ungkap dia.