Visi tersebut diterjemahkan melalui tiga capaian utama, yaitu Nature, Climate, and People, yang didukung oleh lima pilar utama: kebijakan, regulasi, dan perencanaan; kelembagaan; data dan ilmu pengetahuan; pendanaan; serta pemberdayaan masyarakat.

Implementasi peta jalan akan dilakukan secara bertahap hingga 2045, mulai dari penguatan fondasi, percepatan implementasi, hingga penjaminan keberlanjutan jangka panjang untuk mewujudkan kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia.

Indonesia disebut memiliki posisi strategis dalam isu iklim global, dengan potensi 3,45 juta hektare mangrove dan 660 ribu hektare lamun yang diperkirakan mampu menyimpan hingga 3,4 gigaton karbon. Peta jalan ini berperan mengoptimalkan potensi tersebut sekaligus memperkuat ketahanan pesisir terhadap dampak perubahan iklim dan mendukung keberlanjutan produktivitas perikanan.