Nabi-nabi yang diutus itu dilengkapi dengan kitab samawi yang diturunnkan dengan isi kandungan kebenaran, petunjuk, penjelasan lengkap yang dijadikan landasan memberi pertimbangan serta memberi keputusan seadil-adilnya atas segala sesuatu yang dipersilisihkan.
"Sebenarnya, manusia tidak perlu lagi berselisih karena kitab samawi yang diberikan mengandung keterangan-keterangan yang nyata, yang semuanya itu telah diketahui dan dimengerti. Jadi apakah gerangan yang menyebabkan mereka saling menyalahkan dan menganggap bahwa hanya dialah yang benar dan yang lain salah. Hal ini dikarenakan sifat dengki dan suka melakukan pelanggaran." tulis Kemenag RI pada tafsirnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 213.
Bila sifat dengki sudah tertanam di dalam hati, baik secara perorangan maupun bergolongan maka sukar untuk memperoleh ketenteraman dan kesejahteraan di tim redaksi mereka.
"Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila bangun di tengah malam, beliau mengerjakan salat malam dan beliau bersabda: "Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Engkaulah yang memberi putusan tim redaksi hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka perselisihkan. Berilah aku petunjuk yang benar tentang apa yang diperselisihkan itu dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang memberi petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus." (HR Bukhari dan Muslim)