NADIKABAR.COM — Baqarah ayat 213 membahas tentang persatuan manusia. Al-Baqarah sendiri merupakan surah kedua dalam Al-Qur'an.

Jumlah ayat dalam Surah Al-Baqarah adalah 286 dan tergolong sebagai surah Madaniyah karena diturunkan di Madinah. Ada satu ayat dalam surat Al Baqarah yang diturunkan di Mina yaitu ayat 281, ayat tersebut diturunkan saat haji Wada, haji terakhir Rasulullah SAW. Al-Baqarah mengandung arti Sapi Betina.

كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ لِيَحۡكُمَ بَيۡنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِۚ وَمَا ٱخۡتَلَفَ فِيهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ أُوتُوهُ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡۖ فَهَدَى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَا ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ مِنَ ٱلۡحَقِّ بِإِذۡنِهِۦۗ وَٱللَّهُ يَهۡدِي مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٍ

Kânan-nâsu ummatan wâḫidah, fa ba'atsallâhun-nabiyyîna mubasysyirîna wa mundzirîna wa anzala ma'ahumul-kitâba bil-ḫaqqi liyaḫkuma bainan-nâsi fîmakhtalafû fîh, wa makhtalafa fîhi illalladzîna ûtûhu mim ba'di mâ jâ'at-humul-bayyinâtu baghyan bainahum, fa hadallâhulladzîna âmanû limakhtalafû fîhi minal-ḫaqqi bi'idznih, wallâhu yahdî man yasyâ'u ilâ shirâthim mustaqîm

Artinya: "Manusia itu (dahulunya) umat yang satu (dalam ketauhidan). (Setelah timbul perselisihan,) lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran untuk memberi keputusan di tim redaksi manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidak ada yang berselisih tentangnya, kecuali orang-orang yang telah diberi (Kitab) setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di tim redaksi mereka sendiri. Maka, dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk)."

Menurut Tafsir Kementerian Agama (Kemenag RI), Surah Al-Baqarah ayat 213 menjelaskan bahwa manusia dulunya disebut satu umat. Kemudian, Allah SWT mengutus para nabi untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan.

Pada saat yang bersamaan, diturunkan juga kitab yang mengandung kebenaran untuk memberi keputusan di tim redaksi manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Maksud manusia sebagai umat yang satu yaitu satu akidah serta satu tujuan amal perbuatan untuk memperbaiki, berbuat baik, dan berlaku adil.

Untuk mengembalikan mereka kepada keadaan semula, bersatu dalam kebenaran. Allah SWT mengutus nabi, manusia pilihan agar membimbing umat manusia pada jalan yang benar, memberi petunjuk atas kekeliruan dan menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan taat.

Nabi-nabi yang diutus itu dilengkapi dengan kitab samawi yang diturunnkan dengan isi kandungan kebenaran, petunjuk, penjelasan lengkap yang dijadikan landasan memberi pertimbangan serta memberi keputusan seadil-adilnya atas segala sesuatu yang dipersilisihkan.

"Sebenarnya, manusia tidak perlu lagi berselisih karena kitab samawi yang diberikan mengandung keterangan-keterangan yang nyata, yang semuanya itu telah diketahui dan dimengerti. Jadi apakah gerangan yang menyebabkan mereka saling menyalahkan dan menganggap bahwa hanya dialah yang benar dan yang lain salah. Hal ini dikarenakan sifat dengki dan suka melakukan pelanggaran." tulis Kemenag RI pada tafsirnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 213.

Bila sifat dengki sudah tertanam di dalam hati, baik secara perorangan maupun bergolongan maka sukar untuk memperoleh ketenteraman dan kesejahteraan di tim redaksi mereka.

"Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila bangun di tengah malam, beliau mengerjakan salat malam dan beliau bersabda: "Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Engkaulah yang memberi putusan tim redaksi hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka perselisihkan. Berilah aku petunjuk yang benar tentang apa yang diperselisihkan itu dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang memberi petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus." (HR Bukhari dan Muslim)