Ia secara khusus menyoroti potensi barongko untuk dikembangkan dari sisi rasa, bentuk, kemasan maupun metode penyajiannya agar lebih praktis dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan.

Aliyah juga mendorong keterlibatan para chef serta alumni sekolah kuliner internasional yang berada di Makassar untuk membangun jejaring dan menghasilkan kreasi kuliner baru.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kuliner khas Makassar dalam perspektif gastronomi global.

“Kita punya banyak alumni sekolah kuliner internasional di Makassar. Mereka bisa dikumpulkan dan diajak berdiskusi untuk melahirkan ide dan kreativitas baru, sehingga tercipta kuliner hasil kolaborasi Makassar dan Prancis,” katanya.