Aditi Paudel merupakan siswa kelahiran Jepang yang semasa kecilnya tumbuh di Nepal. Ia kembali ke Jepang sebagai siswa kelas XII SMA di Tokyo.
Sang siswa membagikan cerita masa kecilnya, saat diberikan buku oleh kakeknya. Buku tersebut berisi aksara Dewanagari, sistem penulisan yang berasal dari India Utara. Ia mengejutkan orang di sekitarnya karena dapat memahami isi buku meski baru duduk di bangku prasekolah.
Aditi menyukai berbagai genre bacaan, mulai dari fantasi hingga autobiografi. Murid yang tumbuh di Nepal ini, mulai menyukai genre fantasi saat ia membaca buku berjudul The Wishing-Chair karya Enid Blyton. Ia juga membaca autobiografi Malala Yousafzai yang meningkatkan minatnya secara signifikan dalam isu pemberdayaan perempuan.
Selain itu, ia juga secara aktif bekerja dengan anak-anak penyandang disabilitas. Ke depannya, ia berencana untuk menyumbangkan buku ke negara-negara di Asia dengan tingkat melek huruf yang rendah, termasuk Nepal.
Bagi Aditi, minat literasi merupakan sesuatu yang membantu membuka lebih banyak pintu peluang,. Dampaknya telah ia rasakan secara langsung dalam hal mengubah arah hidupnya.