Menurut Edy, armada utama SAR dan sarana prasarana yang dimiliki Basarnas serta TNI dan Polri saat ini masih memadai untuk menjangkau titik-titik bencana di pulau-pulau Indonesia.

"Masalah di Sumatera kemarin, misalnya, masih bisa dilaksanakan dengan alat utama (alut) yang ada sekarang ini. Mendatangkan kapal sebesar itu tidak mudah, banyak pertimbangan, baik kedalaman di wilayah saat mendekati lokasi, kemampuan dermaga, dan lain-lain," jelasnya.

Edy menambahkan bahwa kedalaman perairan pantai (draft) serta kapasitas sandar dermaga lokal menjadi faktor krusial, mengingat tidak semua pelabuhan di daerah memiliki infrastruktur yang sanggup menampung kapal berbobot besar.

Meski demikian, Basarnas terus memperkuat koordinasi interkonektivitas udara dan laut antarinstansi guna memastikan efektivitas penanganan musibah pelayaran maupun bencana alam di kawasan terisolasi.