NADIKABAR.COM — Basarnas menyatakan hingga saat ini belum membahas secara detail skema teknis pengoperasian KRI Sriwijaya-100 untuk misi pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana alam atau nonbencana alam seperti kecelakaan transportasi.
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa rencana pemanfaatan kapal induk tersebut sebagai pangkalan logistik dan operasi kemanusiaan, khususnya SAR, masih membutuhkan kajian serta pertimbangan operasional yang matang sebelum diterjunkan ke lapangan.
"Belum ke arah sana," kata Edy, menanggapi pertanyaan mengenai koordinasi teknis penyiapan perlengkapan operasi pencarian bersama pihak militer.
Edy menekankan bahwa pengoperasian kapal berukuran sangat besar memiliki kompleksitas dan kendala teknis tersendiri.
Hal tersebut, kata dia, juga sekaligus merespons potensi optimalisasi KRI Sriwijaya-100 sebagai platform pendukung operasi laut-udara di wilayah terpencil, sebagaimana yang pernah ditangani Basarnas dalam upaya penanganan pencarian dan pertolongan fase tanggap darurat bencana banjir bandang-tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara.