Basarnas juga mengevaluasi bahwa semakin jauh operasi penyelaman dilakukan ke bagian dalam kapal, semakin kompleks risiko yang dihadapi. Karena itu, diperlukan keseimbangan antara strategi dan upaya pencarian dengan keselamatan personel.
Dalam operasi tersebut, penyelam telah melakukan penetrasi sekitar 10 hingga 15 meter ke dalam kapal, tetapi penetrasi lebih jauh terhambat banyaknya barang, material, dan debris di dalam kapal.
βBeberapa jendela sudah dibuka dan dapat dimasuki penyelam, namun setelah hari ke-19 operasi SAR tidak ditemukan lagi korban dari akses tersebut,β tuturnya.
Syafii menyebutkan risiko penyelaman juga dipengaruhi struktur kapal yang tidak stabil karena posisi kapal masih dapat mengalami perubahan trim dan kemiringan yang dikhawatirkan meningkatkan risiko apabila perubahan kemiringan terjadi secara tiba-tiba saat penyelam berada di dalam kapal.