Selain itu, visibilitas sangat rendah akibat sedimen dan debris yang tidak hanya menghambat pencarian, tetapi juga meningkatkan risiko disorientasi penyelam, kemudian terdapat pula banyak benda tajam yang dapat menyebabkan luka maupun cedera serta potensi bahaya kimia akibat tumpahan minyak dan kontaminasi lainnya.

“Pada kedalaman sekitar 27 meter, kondisi gas juga menjadi salah satu faktor pembatas waktu kerja penyelam. Dengan penggunaan Scuba, waktu kerja diperkirakan tidak lebih dari 20 menit dalam setiap penyelaman, sehingga kondisi kapal, lingkungan bawah air, visibilitas, debris, kontaminasi, kedalaman, dan waktu kerja menjadi pertimbangan dalam operasi SAR underwater,” ujarnya.

Hingga hari ke-21 operasi SAR, Sabtu, pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 188 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia, sementara 55 korban lainnya masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan setelah melakukan evaluasi pada hari ke-21, Basarnas memutuskan tetap melanjutkan operasi SAR dengan waktu yang fleksibel sesuai perkembangan di lapangan dan menyesuaikan dengan jumlah personel, namun tetap dengan unsur instansi yang telah terlibat sejak awal pelaksanaan operasi SAR.