NADIKABAR.COM — Basarnas mendorong perusahaan pemilik KM Virgo Transport 8 mempercepat “salvage” atau pengangkatan badan kapal agar evakuasi korban lebih mudah dilakukan, karena kondisi kapal yang miring dan tidak stabil membatasi akses tim penyelam ke sejumlah bagian kapal.

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan, dari unsur personel, alat utama, dan fasilitas pendukung di darat tidak memiliki kendala dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hingga hari ke-13.

“Hanya faktor cuaca dan faktor kondisi kapal. Karena kapal posisinya miring, ada bagian-bagian yang tidak bisa dilalui oleh penyelam karena membahayakan, berisiko untuk keselamatan. Jadi percepatan operasi salvage ini akan sangat membantu tim SAR,” kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-13 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat malam.

Dia menjelaskan kondisi kapal menjadi kendala bagi penyelam karena terdapat bagian yang tidak dapat dimasuki, dan akan meningkatkan risiko terhadap keselamatan personel jika dipaksakan, sehingga setiap kegiatan pencarian terlebih dahulu melalui asesmen keselamatan.

Menurut dia, pengangkatan badan kapal dan pengembalian posisinya seperti semula akan membuat tim SAR lebih mudah menjangkau ruangan-ruangan kapal yang sebelumnya sulit ditelusuri akibat posisi badan kapal yang miring dan tidak stabil.

“Begitu itu dilaksanakan, tim SAR gabungan lebih mudah untuk proses evakuasi korban di dalam bangkai kapal, karena sudah diangkat, dibalikkan. Jadi, seperti kapal biasa, kita bisa mencari di semua ruangan kapal,” ujarnya.

Putu menegaskan Basarnas tidak melaksanakan proses salvage tersebut karena pekerjaan itu menjadi tanggung jawab perusahaan pemilik kapal dan pihak asuransi, sedangkan Basarnas hanya mendorong agar pengangkatan badan kapal segera dilakukan untuk mendukung proses evakuasi korban.

“Bukan kami yang melaksanakan. Tapi kami mendorong bila perlu dipercepat ya,” katanya.

Basarnas memastikan seluruh kegiatan pencarian oleh tim SAR gabungan baik melalui unsur laut, udara, darat, khususnya penyelam tetap dilaksanakan berdasarkan asesmen dengan mengutamakan keselamatan personel.

Hingga hari ke-13 operasi SAR, Jumat, pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 160 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 52 orang meninggal dunia, sementara 83 korban masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.