β€œDengan berkejaran dengan waktu, namun kita bisa memaksimalkan waktu yang ada sehingga beberapa korban kita berhasil evakuasi. Berkat cara ini, penyelam berhasil menemukan dan mengevakuasi lima jasad dari dalam kapal yang tenggelam pada operasi SAR hari kesembilan,” ujarnya.

Putu menjelaskan bagian bawah kapal menjadi area paling sulit dan berisiko dijangkau karena penyelam tidak mengetahui kestabilan kapal ketika memasuki kompartemen tersebut, sehingga perubahan posisi kapal dapat membahayakan keselamatan tim selama pencarian.

β€œPaling sulit dan paling berbahaya dijangkau adalah kompartemen yang bagian bawah. Di sanalah yang paling sulit dan berisiko karena begitu kita masuk ke bagian bawah kapal, kita tidak tahu kestabilan kapal saat ini,” katanya.

Ia mengatakan penyelam juga harus memperhatikan teknik ketika memecahkan kaca dari tiap bagian badan kapal untuk menjangkau bagian tertentu di dalam kapal, karena kaca yang pecah dapat menimbulkan dorongan luar biasa apabila penyelam berada tepat di depannya.