"Bila dilihat dari penambahan pagu anggaran per program, program teknis mendapatkan tambahan jauh lebih besar yaitu 90,93% dibandingkan program dukungan manajemen sebesar 9,07%," sambungnya.
Dia mengatakan backlog terbesar terdapat pada kebutuhan pengelolaan sarana dan prasarana SAR yang mencapai Rp 1,3 triliun. Sedangkan dalam paparan, untuk kebutuhan pengelolaan operasi SAR terdapat backlog Rp 26 miliar serta pengelolaan kesiapsiagaan SAR backlog Rp 22 miliar.
"Backlog terbesar adalah pengelolaan sarana dan prasarana SAR dengan nilai sebesar Rp 1,3 triliun," ujarnya.
Syafii mengatakan kegiatan Prioritas Nasional sebesar Rp 573,52 miliar. Dia menjelaskan hal itu meliputi pengadaan peralatan SAR, pemeliharaan prasarana SAR, hingga pelatihan protokol keselamatan.