'Untuk belanja modal Basarnas tahun 2027 sebesar Rp 55,3 miliar dibelanjakan untuk pengadaan peralatan high angle rescue, peralatan mountaineering, peralatan underwater rescue, peralatan EC Inasar, peralatan NAP Inasar, sistem komunikasi, mebelair asrama dan pemenuhan sarana-prasarana kantor SAR baru yang ada di Surakarta dan Banyuwangi," paparnya.
Syafii mengatakan pihaknya juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 2,16 triliun kepada Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas. Tambahan tersebut, kata dia, akan digunakan untuk memenuhi kekurangan anggaran pemeliharaan sarana-prasarana dan peralatan SAR, sistem komunikasi.
"Basarnas mengusulkan tambahan anggaran ke Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas sebesar Rp 2,16 triliun yang akan kami gunakan untuk membiayai, kekurangan pembayaran gaji calon pegawai Basarnas sebesar Rp 135,37 miliar. Kekurangan anggaran pemeliharaan sarpras peralatan SAR, sistem komunikasi, dan peralatan teknologi informasi sebesar Rp 213,57 miliar," jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan efisiensi anggaran perjalanan dinas turut mengubah pola kerja di Basarnas. Namun, menurutnya, perjalanan dinas tetap dibutuhkan oleh Basarnas."Kami sampaikan bahwa Basarnas merupakan organisasi operasional yang membutuhkan perjalanan dinas sebagai bagian dari tugas dan fungsi Basarnas dalam penyelenggaraan operasi," tuturnya.