Adapun Toa Sasaki datang ke Aichi-Nagoya dengan status skateboarder peringkat dua dunia dalam daftar World Skateboarding Ranking (WSR). Prestasinya tak kalah mentereng, yakni menyabet gelar juara bertahan di World Skate Games edisi 2024 dan 2025.
Dengan peta persaingan tersebut, pencapaian Basral Graito Hutomo—skateboarder berusia 19 tahun asal Solo—menunjukkan keberhasilannya menempel ketat para juara dunia di Asian Games 2026.
Secara teknis, kapasitas Basral memang belum melampaui tiga besar. Juni, Toa, dan Ginwoo sudah terbiasa mengombinasikan tiga hingga empat trik berisiko tinggi sekaligus dalam satu kali lompatan (run).
Sementara itu, Basral masih mengandalkan bigger flip front board—trik yang memberinya raihan 82 poin di Aichi-Nagoya. Trik ini menggabungkan 360 flip (papan berputar secara vertikal dan horizontal bersamaan di udara) dengan frontside boardslide (bagian tengah papan meluncur di atas rail curam dengan posisi badan membelakangi rintangan). Trik yang sama pula yang secara dramatis membawanya merebut medali emas di SEA Games 2025 Thailand.
Melihat deretan nama dan standar kompetisi yang disajikan, persaingan skateboard di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya tak lagi sekadar panggung tingkat Asia, melainkan sudah menyajikan tensi dan kualitas kelas dunia layaknya kompetisi Street League Skateboarding (SLS).