NADIKABAR.COM — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyebutkan sejumlah investasi swasta dan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk proyek apartemen dan perkantoran dengan nilai investasi mencapai Rp4 triliun.

Investasi tersebut, kata Basuki, berasal dari perusahaan asal China, Starbright, dengan nilai sekitar Rp1,5 triliun, serta perusahaan asal Korea Selatan, Dian Jaya, senilai Rp2,5 triliun.

"Ada apartemen dan perkantoran dari China itu Starbright yang Rp1,5 triliun. Kemudian ada yang dari Dian Jaya dari Korea Selatan yang Rp2,5 triliun itu untuk apartemen dan perkantoran," ujar Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Selain kedua proyek tersebut, Basuki mengatakan, terdapat minat investasi untuk pembangunan restoran, hotel, serta usaha makanan dan minuman (food and beverage/F&B) di IKN.

Menurut dia, pembangun IKN tidak hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), tetapi juga didukung investasi swasta dan skema KPBU.

Ia menambahkan, proyek KPBU juga mencakup pembangunan hunian untuk aparatur sipil negara (ASN), baik berupa bangunan bertingkat maupun rumah tapak.

Basuki mengatakan, terdapat rencana pembangunan delapan menara hunian ASN serta tambahan 109 unit rumah tapak melalui skema KPBU.

"Yang KPBU itu ada dua. Delapan tower dan 109 tapak. Yang delapan tower untuk ASN," imbuhnya.

Di sisi lain, Basuki melaporkan pembangunan kawasan eksekutif di IKN telah mencapai 100 persen. Sementara itu, pembangunan fasilitas untuk lembaga legislatif dan yudikatif saat ini rata-rata mencapai sekitar 30 persen.