"Pohon kelapa saya habis semua, sudah tidak ada yang untuk dipanen buat tambahan hidup," katanya.
Ia pernah didatangi oleh perwakilan PT. MMP yang menawarkan sewa bulanan dengan nilai sekitar Rp 20 juta per bulan. Namun, Hadi lebih memilih untuk menjual tanahnya tersebut dengan harga Rp 1 juta per meter, permintaan itu pun tidak berujung lantaran tak pernah ada pembayaran yang ia terima dari PT. MMP.
"Sempat ditawar di harga Rp 1 juta per meter dan bersepakat namun tidak ada jawaban," ungkap Hadi lebih lanjut.
Tak menyerah, Rabu (26/8/2026) pagi, ia berupaya meminta haknya kepada PT. MMP dengan mendatangi perusahaan dan berupaya menemui pihak manajemen, namun sia-sia.