Tentunya, ia mengatakan bahwa Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri sehingga mengajak sivitas akademika, termasuk Undip untuk berkolaborasi.
"Mahasiswa bukan hanya sebagai konsumen informasi. Kami berharap mahasiswa sebagai produsen informasi, sebagai agen digital, sebagai agen literasi," katanya.
Karena itu, kata dia, mahasiswa bisa ikut menyosialisasikan hingga berpartisipasi menyampaikan informasi awal jika menemukan dugaan pelanggaran, baik di dunia nyata maupun maya.
Melalui program tersebut, ia berharap kampus menjadi semacam laboratorium demokrasi yang di dalamnya berisi berbagai kegiatan untuk melakukan riset dan penelitian.
Sementara itu, mantan Ketua Bawaslu Prof Muhammad mengingatkan bahwa tidak mungkin menggaransi pemilu 100 persen demokratis, seiring dengan data pelanggaran yang ditangani Bawaslu.