Perubahan mencakup pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Fungsional, serta pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu.

Saat itu, Purbaya menyebut perubahan jabatan tersebut sebagai bagian dari proses organisasi untuk memastikan Kemenkeu lebih adaptif dan semakin baik.

Suahasil mengatakan akan melihat terlebih dahulu Keputusan Menteri Keuangan sebagai landasan aturan perombakan tersebut.

"Nanti kita lihat, tapi kemarin memang ada pelantikan minggu lalu, dan tentu nanti kita akan lihat pelantikan seperti apa, Keputusan Menteri Keuangannya seperti apa, dan kita akan tindak lanjuti dari situ," beber Suahasil.

Purbaya menjabat Menkeu selama setahun sejak dilantik Prabowo pada 8 September 2025. Dia masuk ketika ekonomi Indonesia tengah tertekan dan dibayangi pesimisme.

Selama menjabat, Purbaya dikenal dengan gaya komunikasi 'koboi' yang ceplas-ceplos serta sejumlah kebijakan tak biasa.

Salah satunya menggelontorkan Rp 200 triliun dana pemerintah ke Himbara. Dia juga memelototi belanja kementerian/lembaga.

Rata-rata pertumbuhan ekonomi empat kuartal setelah Purbaya menjabat mencapai 5,33%, lebih tinggi dibandingkan empat kuartal sebelumnya yang berada di kisaran 4,99%.

"Kalau desainnya sesuai dengan yang saya dan pak presiden inginkan saat itu, harusnya kita sudah tumbuh lebih cepat. Harusnya kita sudah di kisaran 6%," kata Purbaya dalam keterangan tertulis kepada redaksi dalam wawancara khusus, Selasa (8/9/2026).

Kebijakan lain Purbaya yang menjadi sorotan tim redaksi lain pembiayaan kredit modal Koperasi Desa Merah Putih dengan Dana Desa.