Keterangan dari pihak puskesmas, bayi itu mengalami kebiruan selama dua hari. Hingga saat ditangani di RSUD Bangli, bayi itu muntah-muntah dan sesak nafas selama tiga hari.

"Saturasi oksigen awal di puskesmas tercatat 78%, lalu membaik menjadi 94% setelah diberikan bantuan oksigen lewat nasal kanul," kata Wijaya.

Beruntung, kondisi kesehatan bayi itu kini membaik selama ditangani di RSUD Bangli. Tim medis IGD telah melakukan tindakan stabilisasi berupa pemasangan infus dan pemberian terapi oksigen.