NADIKABAR.COM — Selepas lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bekasi, Bayu Ari Aji Prabowo bercita-cita bekerja di Eropa. Ia ingin melihat dan merasakan dinginnya salju. Namun, di usia 19 tahun, Bayu justru berangkat ke Arab Saudi. Ia bekerja sebagai welder atau tukang las di salah satu perusahaan baja di Dammam.
Hanya sekitar setahun Bayu bertahan di negeri gurun itu. Bukan semata karena cuaca yang panas, tetapi juga kehidupan sosial yang menurutnya sangat ketat. "Islam banget, nggak betah saya," ujarnya sambil tersenyum saat ditemui penulis di Stasiun Tambun, Senin (31/8/2026).
Bayu akhirnya pulang ke Indonesia. Ia sempat kembali bekerja sebagai welder di kawasan Pulogadung. Namun, pekerjaan itu hanya dijalaninya sekitar tiga bulan. Setelah itu, jalan hidup Bayu berbelok ke dunia yang sama sekali berbeda: perbankan.
Seorang mantan vokalis band yang lebih dulu bekerja di BTPN mengajaknya bergabung. Bayu menerima tawaran tersebut. Ia mengawali pekerjaannya di bagian collection, kemudian menjadi teller dan marketing.
Di sela bekerja, Bayu juga berusaha melanjutkan pendidikan. Ia kuliah di jurusan Administrasi Niaga di YAPAN, Pasar Minggu. Kampusnya berada di bangunan ruko. Bagi Bayu, bentuk kampus bukan persoalan. Yang penting ia bisa kuliah sambil bekerja. "Saya kuliah sambil kerja di BTPN," katanya.