NADIKABAR.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyalurkan bantuan kepada 500 santri penghafal Al Quran atau tahfidz sebagai wujud apresiasi serta tambahan motivasi untuk lebih meningkatkan keilmuan di bidang keagamaan.

"Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Baznas, Kemenag, serta para pendidik. Mudah-mudahan berkah sekaligus menjadi stimulus bagi penghafal Quran untuk terus belajar dan meningkatkan hafalannya," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin di Cikarang, Senin.

Ia menyatakan bantuan ini menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia berkarakter serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan seraya berharap jumlah penerima manfaat dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak santri memperoleh perhatian dan dukungan.

Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Baznas dalam mendukung berbagai program kemasyarakatan, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan ekonomi masyarakat.

"Kolaborasi ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Bantuan Baznas yang langsung dirasakan masyarakat sudah memberikan banyak manfaat. Kami berharap jangkauan program Baznas semakin luas sehingga lebih banyak masyarakat Kabupaten Bekasi yang dapat merasakan manfaat," katanya.

Endin mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Kabupaten Bekasi. Dengan dukungan berbagai pihak, program pemberdayaan dan bantuan sosial diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

"Ke depan, kami berharap muzaki tidak hanya berasal dari kalangan ASN, tetapi juga dari dunia usaha dan industri sehingga melalui Baznas Kabupaten Bekasi, semakin banyak program yang dapat dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Ketua Baznas Kabupaten Bekasi Aminulloh menjelaskan bantuan kepada 500 santri penghafal Al Quran merupakan bagian dari program Bekasi Taqwa yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Bantuan dari dana umat ini diberikan senilai Rp1 juta kepada masing-masing penerima manfaat.

Proses penerimaan peserta dibuka melalui media daring agar dapat diakses masyarakat luas. Pihaknya tidak menetapkan batasan minimal jumlah juz hafalan sebagai syarat utama melainkan memberikan apresiasi kepada santri sesuai ketentuan program dengan mempertimbangkan usia serta kemampuan masing-masing.

"Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada anak-anak penghafal Al Quran. Kami ingin mereka merasa diperhatikan dan semakin bersemangat untuk terus menghafal. Mereka adalah generasi yang perlu kita dukung karena kelak diharapkan menjadi calon pemimpin berakhlak baik," ujarnya.

Menurut dia, Bekasi Taqwa merupakan salah satu dari program Baznas Kabupaten Bekasi selain Bekasi Cerdas, Bekasi Sehat, Bekasi Peduli, dan Bekasi Mandiri. Program ini mencakup berbagai bentuk bantuan keagamaan seperti dukungan santri, penghafal Al Quran hingga imam masjid.

Aminulloh melanjutkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah selama ini masih didominasi oleh ASN. Baznas Kabupaten Bekasi berharap partisipasi sektor swasta, dunia usaha dan industri dapat ditingkatkan.

Menurutnya, Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar menghimpun zakat seiring keberadaan kawasan industri dan banyaknya tenaga kerja. Namun, perluasan kerja sama tersebut membutuhkan dukungan regulasi yang jelas agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan.

"Kami berharap perusahaan, para profesional, dan masyarakat yang mencari nafkah di Kabupaten Bekasi juga dapat berpartisipasi melalui zakat, infak, sedekah maupun program tanggung jawab sosial perusahaan. Dana yang terhimpun akan kami kelola untuk membantu masyarakat Kabupaten Bekasi yang membutuhkan," katanya.

Salah seorang penerima bantuan Amila Hurilaini (13) santri kelas VIII asal Cibarusah mengaku senang setelah menerima bantuan dari Baznas Kabupaten Bekasi melalui Program Bekasi Taqwa. Bantuan ini melecut semangatnya untuk belajar lebih giat menghafal Al Quran.

Amila mengaku mulai menghafal Al Quran sejak kelas IV sekolah dasar saat mulai masuk pondok pesantren. Dia hingga kini terus menambah hafalan (ziyadah) dan mengulang hafalan (murojaah) secara rutin termasuk setelah salat dzuhur berjamaah.

"Buat teman-teman seusia saya, jangan malas menghafal Al Quran. Harus tetap semangat belajar, rajin murojaah dan terus mengulang hafalan supaya tidak lupa. Semoga kita semua bisa menjadi penghafal Al Quran dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari," kata dia.