Menurutnya, Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar menghimpun zakat seiring keberadaan kawasan industri dan banyaknya tenaga kerja. Namun, perluasan kerja sama tersebut membutuhkan dukungan regulasi yang jelas agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan.
"Kami berharap perusahaan, para profesional, dan masyarakat yang mencari nafkah di Kabupaten Bekasi juga dapat berpartisipasi melalui zakat, infak, sedekah maupun program tanggung jawab sosial perusahaan. Dana yang terhimpun akan kami kelola untuk membantu masyarakat Kabupaten Bekasi yang membutuhkan," katanya.
Salah seorang penerima bantuan Amila Hurilaini (13) santri kelas VIII asal Cibarusah mengaku senang setelah menerima bantuan dari Baznas Kabupaten Bekasi melalui Program Bekasi Taqwa. Bantuan ini melecut semangatnya untuk belajar lebih giat menghafal Al Quran.
Amila mengaku mulai menghafal Al Quran sejak kelas IV sekolah dasar saat mulai masuk pondok pesantren. Dia hingga kini terus menambah hafalan (ziyadah) dan mengulang hafalan (murojaah) secara rutin termasuk setelah salat dzuhur berjamaah.
"Buat teman-teman seusia saya, jangan malas menghafal Al Quran. Harus tetap semangat belajar, rajin murojaah dan terus mengulang hafalan supaya tidak lupa. Semoga kita semua bisa menjadi penghafal Al Quran dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari," kata dia.