NADIKABAR.COM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan pelaksanaan dam haji jemaah Indonesia. Salah satu yang dibahas yakni peluang pelaksanaan dam di Tanah Air.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi BAZNAS RI dan Kemenhaj RI di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan BAZNAS siap memfasilitasi penunaian dam haji Indonesia di Tanah Air.
Menurut Sodik, potensi dam dari jemaah haji Indonesia cukup besar. Jika pelaksanaannya dapat dilakukan di Indonesia, manfaat daging dam dapat diperluas untuk masyarakat yang membutuhkan, termasuk mendukung program perbaikan gizi dan penanganan stunting.
"Kalau diperlukan, komite syariah akan kita bentuk untuk mempersiapkan pelaksanaan dam haji di Tanah Air. Dengan demikian, apabila diperbolehkan melakukan pemotongan dam di Tanah Air, tentu akan sangat membantu dan manfaatnya bisa lebih banyak," ujar Sodik dilansir dari laman resmi BAZNAS.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyambut baik rencana tersebut. Namun, pelaksanaan dam di Indonesia tetap perlu dikaji dari aspek hukum, syariah, kesehatan hewan, regulasi, hingga fatwa.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini mengatakan kajian juga diperlukan terhadap metodologi penentuan hukum terkait pelaksanaan dam.
"Mengenai pembayaran dam, apakah pembayaran dilakukan di Saudi atau di Arab Saudi? Bagi mereka yang meyakini bahwa pembayaran dam boleh dilakukan di Indonesia ataupun di Arab Saudi, kita mengikuti ketentuan dan keyakinan yang mereka anut. Jadi, ada pilihan apakah dilakukan di Tanah Air atau di Tanah Suci," ujarnya.
Selain mendorong pelaksanaan dam di Indonesia, BAZNAS juga membuka peluang menerima daging dam yang telah diolah di Arab Saudi untuk dikalengkan dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan mengatakan daging tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu korban bencana maupun mendukung program perbaikan gizi.
"Posisi BAZNAS adalah siap menerima daging olahan tersebut untuk dikalengkan dan didistribusikan kepada korban bencana maupun program perbaikan gizi (stunting) di Indonesia," ujar Rizaludin.
Rizaludin memperkirakan daging dam yang diolah dan dikemas melalui skema tersebut berpotensi mencapai sekitar 4-5 juta kaleng.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengendalian dan Evaluasi Neyla Saida Anwar, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad, Deputi I BAZNAS RI Arifin Purwakananta, serta Stafsus BAZNAS RI Umar Hadi Gumilar.