NADIKABAR.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendistribusikan 875 paket makanan siap saji untuk keluarga, dengan porsi besar, untuk 3.500 pengungsi yang terdampak krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyampaikan pendistribusian tersebut ditujukan membantu warga Palestina memenuhi kebutuhan makanan yang hingga saat ini sulit diakses.
"Kondisi Palestina hingga saat ini masih dalam keadaan keprihatinan. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pun masih sangat sulit, termasuk di wilayah utara Jalur Gaza. Baznas berharap bantuan ini bisa turut meringankan beban mereka," kata Sodik dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Sodik menjelaskan setiap paket makanan siap saji terdiri atas satu nampan besar nasi dan satu ekor ayam utuh. Satu paket tersebut diperuntukkan bagi satu keluarga yang terdiri dari empat orang.
Ia menyebut bantuan itu juga menjadi bagian dari upaya Baznas menyalurkan amanah masyarakat Indonesia melalui zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan makanan itu menjadi salah satu hal yang perlu diprioritaskan dalam situasi krisis kemanusiaan.
"Solidaritas masyarakat Indonesia untuk Palestina masih sangat dibutuhkan. Setiap bantuan yang dipercayakan kepada Baznas memiliki amanah untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi mereka yang membutuhkan. Karena itu, kami terus mengupayakan penyaluran bantuan secara tepat sasaran, termasuk untuk masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan di Palestina," ujar Sodik Mudjahid.
Bantuan tersebut disambut bahagia masyarakat Palestina, mulai dari anak-anak hingga warga lanjut usia. Sejumlah penerima manfaat menyampaikan rasa syukur atas makanan siap saji yang diberikan rakyat Indonesia melalui Baznas.
Seorang ibu yang berada di pengungsian bersama anak-anaknya mengucapkan terima kasih kepada Baznas dan masyarakat Indonesia. "Bantuan makanan ini sangat kami butuhkan. Kalian (rakyat Indonesia dan Baznas) telah membahagiakan anak-anak kami. Kami saat ini tidak ada pemasukan, tapi Alhamdulillah kalian masih mengingat kami," ujarnya.
Hal serupa disampaikan seorang perempuan lanjut usia yang telah lama tinggal di pengungsian. Ia berharap bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina dapat terus diberikan.
"Semoga Allah memberkahi kalian (Baznas dan rakyat Indonesia) yang telah menyediakan makanan hangat ini. Demi Allah, kondisi kami di sini sangat sulit. Kami berharap bantuan ini dapat terus berlanjut. Kami sudah lanjut usia dan tidak mampu mendapatkan obat-obatan, makanan maupun minuman. Tidak ada kehidupan yang layak dan kami tidak memiliki apa-apa saat ini," ucapnya.