NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di musim hujan. Langkah ini diambil usai banjir susulan pada September 2026 lalu kembali merusak sejumlah jalan, jembatan, tanggul, jaringan irigasi, hingga lahan pertanian warga.

Langkah prioritas diarahkan pada penyediaan empat ekskavator serta percepatan penanganan permanen infrastruktur yang melindungi masyarakat. Empat alat berat yang diajukan melalui skema pinjam pakai terdiri atas satu ekskavator long arm dan tiga ekskavator standar.

Peralatan tersebut dibutuhkan untuk normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, pembersihan material, penutupan tanggul jebol, pemulihan irigasi, dan penanganan cepat saat debit sungai meningkat.

Pemkab Aceh Tenggara menyatakan siap menanggung biaya operasional alat selama digunakan. Daerah juga mengajukan tambahan jumbo bag atau geobag sebagai perlindungan sementara pada tanggul yang jebol sambil menunggu pembangunan konstruksi permanen.

Banjir susulan tercatat berdampak terhadap 103 keluarga atau 411 jiwa tanpa menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan instansi teknis telah melakukan kaji cepat, menurunkan alat berat, membersihkan material, menutup tanggul, mendirikan posko lapangan, serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat.