Kebutuhan tersebut turut dicatat dalam monitoring dan evaluasi khusus Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera pada 2-4 Oktober 2026. Tim meninjau tujuh lokasi terdampak untuk memastikan kebutuhan darurat dan permanen dapat ditindaklanjuti lintas instansi.

Ketua Tim Monev Khusus Aceh Tenggara Kombes Pol Wahyu Widiarso Suprapto menegaskan pentingnya kesiapsiagaan armada alat berat di lapangan.

"Kebutuhan paling mendesak untuk menghadapi musim hujan adalah dukungan empat ekskavator, terdiri atas satu unit long arm dan tiga unit standar. Pemerintah daerah siap mendukung biaya operasional alat," kata Wahyu, dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Salah satu lokasi yang membutuhkan solusi segera adalah Jembatan Mbarung, penghubung Kecamatan Babussalam dengan Kecamatan Lawe Alas dan wilayah sekitarnya. Jalan darurat di lokasi tersebut kembali putus akibat banjir susulan, sedangkan pembangunan permanen baru direncanakan pada 2028.

Pemerintah daerah mengusulkan pengamanan sementara yang lebih aman sekaligus percepatan jadwal pembangunan permanen.