Ia menekankan pentingnya penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam menentukan sasaran penerima manfaat. Data tersebut perlu diverifikasi dengan pendekatan had kifayah agar bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Syarifuddin juga mendorong penguatan sejumlah program produktif dan perlindungan sosial ke dalam 13 program unggulan Baznas, di antaranya Baznas Siaga Kemiskinan, Baznas Tanggap Bencana, Beasiswa Cendekia Baznas, Rumah Sehat Baznas, Rumah Layak Huni Baznas, dan Baznas Microfinance Masjid.

Selanjutnya, Rumah Terang Baznas, Balai Ternak Baznas, Lumbung Pangan Baznas, Mualaf Center Baznas, Sekolah Layak Belajar Baznas, Air Bersih Baznas, serta Bank Sampah Baznas.

Dalam pelaksanaannya, Syarifuddin mendorong Baznas daerah, termasuk DIY memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta berbagai mitra strategis.