Menurut dia, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan relawan. Koordinasi dilakukan untuk memastikan pemadaman dan penyaluran bantuan berjalan efektif sesuai kebutuhan masyarakat.

"Sinergi berbagai pihak sangat diperlukan dalam penanganan bencana. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung petugas dan relawan di lapangan," ucap Idy.

Di samping itu, lanjut dia, Baznas turut menyalurkan bantuan air bersih di sembilan titik di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, termasuk Ogan Ilir dan Banyuasin. Selain itu Baznas mempersiapkan operasional Rumah Sehat Oksigen Baznas di Palangka Raya untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat asap.

"Penanganan karhutla telah berlangsung sejak 28 Juli 2026 dan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Baznas berkomitmen melanjutkan layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak serta mendukung upaya penanganan darurat bersama berbagai pihak," tutur Idy Muzayyad.