NADIKABAR.COM — Sekolah di Denpasar menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring) imbas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Sekolah yang menerapkan belajar daring mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), baik taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), dan satuan PAUD sejenis (SPS), termasuk juga sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).
Pembelajaran daring dilakukan sekolah negeri maupun swasta. Mekanisme ini diambil sesuai instruksi Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar melalui Surat Edaran Nomor B/100.3.4/99/DISDIKPORA tentang Antisipasi Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Terkait Pembelajaran. Pembelajaran daring dimulai Kamis (15/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026).
Kepala Disdikpora Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengatakan kebijakan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi kelangkaan BBM yang berpotensi mengganggu mobilitas guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Selain itu, pembelajaran daring diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
"Untuk seluruh satuan pendidikan swasta/negeri di Kota Denpasar untuk melaksanakan pembelajaran secara daring dari hari Kamis, 15 Oktober 2026 s/d Sabtu 17 Oktober 2026," tulis Wirama dalam surat edarannya, dilansir NadiKabar, Rabu (14/10/2026).
Wiratama meminta seluruh kepala satuan pendidikan mengikuti ketentuan dalam surat edaran tersebut guna memastikan proses pembelajaran tetap berjalan optimal.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SD Disdikpora Denpasar, I Nyoman Suriawan, mengatakan pembelajaran daring bagi siswa SD akan dilaksanakan melalui dua mekanisme, yakni pemberian tugas dan pertemuan secara virtual melalui Zoom.