Kegiatan ini diharapkan mampu mempertemukan Desa Bakti BCA secara langsung dengan jejaring pelaku industri pariwisata dunia dan membangun koneksi wisatawan potensial, serta memperkenalkan paket-paket wisatanya."Kami berkomitmen menumbuhkan perekonomian daerah melalui Desa Bakti BCA kami lakukan secara holistik, mulai dari pembinaan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, hingga dukungan pada promosi dan perluasan akses pasar," ujarnya.

Dua destinasi Desa Bakti BCA yang menjadi salah satu tujuan Mega Famtrip ini menawarkan keunikan berbasis alam, budaya, dan inovasi keberlanjutan, seperti Desa Wisata Bukit Peramun, Belitung (Kepulauan Bangka Belitung).

Terletak di kawasan UNESCO Global Geopark Belitong, Bukit Peramun menawarkan keasrian hutan konservasi, batuan granit purba, serta keberadaan satwa endemik langka Tarsius bancanus (Pelilean).

Desa ini mengusung inovasi "Hutan Digital" berbasis teknologi interaktif, yang memungkinkan wisatawan mengenali keanekaragaman hayati melalui pemindaian QR Code.

Perpaduan antara konservasi alam dan teknologi ini menjadi daya tarik wisata berbasis edukasi yang siap dipasarkan ke kancah global. Wisatawan diperkenalkan dengan adat budaya Belitung diantaranya Tari Sekapur Sirih serta tradisi makan Bedulang yang masih dilestarikan oleh masyarakat lokal sampai hari ini.