Hingga akhir Juni 2026, BCA tercatat melayani 42 juta rekening nasabah dengan dukungan 1.272 kantor cabang, termasuk lebih dari 190 kantor cabang yang menyediakan layanan transaksi investasi.
Perluasan akses itu berlangsung seiring bertambahnya jumlah investor di pasar modal. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor reksa dana mencapai 29.841.507 single investor identification (SID) hingga akhir Agustus 2026.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal secara keseluruhan mencapai 32,17 juta pada September 2026, bertambah 1,03 juta investor dibandingkan bulan sebelumnya atau meningkat 57,96 persen sejak awal tahun.
OJK juga melaporkan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana sebesar Rp637,07 triliun pada September 2026, terkoreksi 2,42 persen dibandingkan Agustus, mencerminkan dinamika industri pengelolaan investasi di tengah pertumbuhan partisipasi investor.
Dengan semakin luasnya akses investasi, masyarakat perlu memahami karakteristik masing-masing instrumen serta menyesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan keuangan, mengingat nilai investasi reksa dana dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sesuai kondisi pasar.