NADIKABAR.COM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi membuka pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 untuk 2.500 santri berprestasi dari seluruh Indonesia. Program bantuan pendidikan ini diresmikan di Pondok Pesantren Al-Wahabiyah, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (29/8/2026).
Sebagai salah satu program prioritas nasional, Beasiswa Santri BAZNAS ditujukan bagi santri kelas 12 MA/sederajat untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Program ini juga merupakan upaya BAZNAS dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa sejak bergulir dari tahun 2021 hingga 2025, program ini telah memfasilitasi 32.418 santri penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
"Hingga kini, program Beasiswa Santri BAZNAS ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi," ujar Sodik dalam sambutannya, dikutip dari laman resmi BAZNAS, Minggu (30/8/2026).
Dari total 10.000 penerima manfaat pada 2025, sebanyak 4.779 santri merupakan generasi pertama di keluarga mereka yang berkesempatan mengejar gelar sarjana.
"Dari pesantren, kita berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045," tutur Sodik.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., memaparkan bahwa setiap penerima Beasiswa Santri BAZNAS akan memperoleh alokasi dana bantuan sebesar Rp4.000.000 yang bersumber dari pengelolaan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Selain bantuan pendidikan, program ini juga mencakup pembinaan bagi santri serta peningkatan kapasitas pelaksanaan program bagi pesantren pengelola.
"Program ini kami hadirkan karena kesempatan para santri, khususnya di kawasan pelosok untuk mengakses perguruan tinggi negeri ternama masih sangat terbatas. Jadi melalui program ini, BAZNAS memfasilitasi pendampingan semacam bimbingan belajar agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menembus perguruan tinggi negeri favorit, baik umum maupun agama," terang Idy.
Beasiswa Santri BAZNAS 2026 ditujukan bagi santri yang memenuhi persyaratan umum dan khusus. Berdasarkan informasi yang diunggah akun Instagram @beasiswabaznasri, berikut ketentuannya:
Pendaftaran dilakukan oleh pesantren. Karena itu, pesantren perlu menyiapkan sejumlah dokumen persyaratan, meliputi:
1. Proposal atau surat permohonan beserta lampiran dokumen:
2. Data Terpadu Santri (DTS) yang berisi data individu santri, data sekolah, dan hasil seleksi oleh pesantren.
3. Motivation Letter Santri (MLS) berupa esai singkat yang memuat motivasi santri, kampus tujuan, serta kontribusi sosial yang pernah dilakukan.
4. Strategi Pelaksanaan Program yang mencakup:
Pesantren yang akan mendaftarkan santri dapat mengikuti tahapan berikut:
Berikut jadwal lengkap proses seleksi:
Sistem seleksi Beasiswa Santri BAZNAS 2026 bersifat gugur. Peserta yang tidak lulus pada salah satu tahapan tidak dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya.