NADIKABAR.COM — Kabar baik bagi calon mahasiswa baru. Kementerian Agama (Kemenag) kembali memperpanjang masa pendaftaran Program Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) 2026 hingga 21 September 2026.
Program yang dikelola oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag ini ditujukan bagi mahasiswa baru jenjang Strata 1 (S1) semester gasal tahun akademik 2026/2027 di perguruan tinggi mitra.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi Kemenag di https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id. Calon peserta diimbau segera melengkapi berkas dan memastikan kesesuaian persyaratan sebelum batas waktu berakhir.
BeZakat 2026 tidak sekadar memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga membekali para awardee dengan pembinaan kepemimpinan dan karakter. Berikut empat fasilitas utama yang didapatkan penerima manfaat:
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan pemanfaatan dana zakat untuk pendidikan merupakan bentuk pemberdayaan jangka panjang.
"Zakat tidak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Melalui pendidikan, zakat dapat menjadi investasi sosial yang membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas, membangun kemandirian, dan mempersiapkan masa depan," ujar Waryono dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Program BeZakat 2026 bekerja sama dengan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Berikut daftarnya.
Program ini juga bekerja sama dengan 26 Lembaga Amil Zakat (LAZ) mitra BeZakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan dana zakat untuk mendukung akses pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Waryono mengatakan pemberdayaan zakat membutuhkan kolaborasi tim redaksi pemerintah, lembaga zakat, perguruan tinggi, dan penerima manfaat.
"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kementerian Agama, lembaga zakat, perguruan tinggi, mahasiswa, dan berbagai pihak perlu berada dalam satu ekosistem agar dana zakat dapat dikelola secara tepat sasaran dan menghasilkan manfaat yang lebih panjang," tuturnya.
Program BeZakat terbuka luas untuk berbagai rumpun ilmu formal, tim redaksi lain:
Pengembangan BeZakat ini sejalan dengan program Asta Protas Kemenag dalam mewujudkan Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Layanan Keagamaan Berdampak.
"Ketika zakat digunakan untuk membantu seorang mahasiswa menyelesaikan pendidikannya, yang dibangun bukan hanya satu orang. Ada kapasitas, keluarga, dan masa depan yang ikut kita kuatkan," pungkas Waryono.