NADIKABAR.COM — Penyanyi yang kini menjadi Anggota DPRD DKI Jakarta Bebizie Sri Mulyati kembali menunjukkan kepedulian. Kali ini terhadap warga terdampak musibah kebakaran di Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Bebizie meninjau langsung lokasi bencana pada Kamis (1/10/2026). Ia tak datang dengan tangan kosong dalam kunjungan keduanya.

"Hari ini kita memberikan bantuan serta penguatan mental untuk para korban terdampak musibah kebakaran. Insyaallah terus berkoordinasi dan mendengarkan keinginan masyarakat. Mudah-mudahan masalah ini cepat selesai dan masyarakat bisa menempati rumahnya kembali," ujarnya.

Pelaksana Tugas Ketua DPD PAN Jakarta Utara ini memboyong 200 paket sembako. Tak hanya ditujukan bagi warga terdampak, bantuan pangan tersebut juga diberikan kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta kader Dasawisma yang tak kenal lelah membantu di lokasi penyaluran bantuan dan pembersihan area.

"Pada kunjungan pertama saya melihat langsung kerja-kerja dan bantuan dari para petugas PPSU dan Dasawisma yang tanpa henti bergantian membantu percepatan pasca kebakaran. Untuk itu saya persiapkan juga bentuk apresiasi saya dengan membagikan paket sembako kepada PPSU dan Dasawisma," kata Bebizie.

Tak lupa, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang berada di posko pengungsian. Pelantun Berdiri Bulu Romaku itu menyiapkan 200 paket bingkisan sehat sebagai langkah pemulihan trauma bagi anak-anak di sekitar lokasi musibah.

Langkah cepat dan sinergi Bebizie ini mendapat apresiasi dari pihak setempat. Lurah Kelurahan Ancol, Bijakri Saud Maruli Manik, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian legislator Komisi B tersebut.

"Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Dewan, Ibu Bebizie yang telah meninjau dan memberikan bantuan. Kami rasa apa pun yang dirasakan oleh warga korban jika kita bersinergi akan bisa kita bantu seperti apa yang diharapkan masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya, permukiman padat di Kampung Muka diterjang si jago merah pada Minggu (27/9/2026). Kebakaran hebat tersebut melalap sekitar 20 bangunan semipermanen yang mencakup 95 pintu kontrakan. Akibat musibah ini, sebanyak 110 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 380 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi di posko darurat.