NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik dua Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Marsekal Yusuf Jauhari dan Jenderal Richard Taruli Horja Tampubolon. Prabowo memberikan dua tugas yang berbeda kepada keduanya.

"Ya pembagiannnya sudah ada, job description ya. Kebetulan kami sebagai Wamenhan 1, beliau Wamenhan 2," kata Richard Tampubolon kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Richard mengemban tugas doktrin dan pengembangan kekuatan pertahanan, sedangkan Yusuf Jauhari mengemban tugas industri dan logistik pertahanan. Namun keduanya tetap bersinergi dalam menjalankan tugas membantu Menteri Pertahanan.

"Intinya kalau di Wamenhan 1 itu bagaimana strategi, doktrin dan pengembangan kekuatan pertahanan. Beliau industri dan logistik pertahanan. Tapi ini tetap berkolaborasi, kita bekerja sama membantu tugas-tugas Bapak Menteri Pertahanan," ujar Richard.

Sementara itu, Yusuf bicara soal pembangunan industri pertahanan era Prabowo yang tumbuh pesat. Yusuf mendorong seluruh industri pertahanan berkontribusi dalam memperkuat TNI kita.

"Dan itu harapannya tidak hanya kekuatan TNI, tapi bagaimana ekonomi juga bergerak. Demikian juga teknologi transfer maupun pemanfaat teknologi baik secara pertahanan maupun berkolaborasi dengan kepentingan yang lain," ucap Yusuf.

"Seperti pemadam kebakaran dan lain sebagainya itu kita berkolaborasi dengan kementerian lain, sehingga apa yang sudah disiapkan oleh tugas-tugas yang kita terima itu bisa bermanfaat juga atau dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan nonpertahanan," tambahnya.

Agar alutsista Indonesia tidak diembargo di tengah dikotomi Amerika Serikat (AS) dan China, Yusuf menilai perlunya variasi produk dari berbagai pabrik dan negara. Selain itu, perlu semakin menguatkan industri dalam negeri.

"Didiversifikasi saya kira menjadi suatu opsi buat kita sekarang ini, karena dengan begitu kita juga berusaha mandiri dan tidak bergantung dengan satu negara. Dengan, ya memang kompleksitas manajemen logistik menjadi ada. Tetapi kita mendorong juga industri pertahanan kita untuk berpartisipasi menopang supaya kekuatan ini terus terwujud. Sehingga tidak hanya sebagai kekuatan militer saja, tapi kekuatan yang menopang seluruh kelangsungan bangsa ini," ucapnya.

Terkait teknologi-teknologi pertahanan apa saja yang harus diperkuat, Yusuf menilai saat ini eranya pesawat tanpa awak atau drone yang menggunakan kecerdasan buatan. Serta teknologi pertahanan yang lebih murah.

"Saya kira sekarang di era drones AI, kemudian perang dengan cara lebih murah supaya kita lebih kuat, lebih panjang begitu proses mempertahankan diri dan mempertahankan kedaulatan. Saya kira itu menjadi penting untuk saat ini," imbuhnya.