NADIKABAR.COM — Kementerian Luar Negeri China mengumumkan Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Paraguay, Gustavo Emigdio Villate Samaniego, dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Belize, Francis Fonseca, dilarang masuk ke China karena dinilai berpihak pada Taiwan.
"Sejumlah politisi di Paraguay dan Belize secara sukarela menjadi pion bagi otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP) dalam upaya mereka mengejar kemerdekaan dengan mencari dukungan dari pihak luar. Kunjungan mereka ke Taiwan serta penerimaan mereka terhadap kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan' di negara masing-masing merupakan campur tangan serius terhadap urusan dalam negeri China," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning di Beijing, Senin (12/10).
Dalam laman Kementerian Luar Negeri China disebutkan politisi anti-China di Paraguay dan Balize, demi kepentingan pribadi mereka sendiri, terus mendukung untuk mempertahankan apa yang disebut sebagai hubungan "diplomatik" dengan wilayah Taiwan, China, serta melakukan serangkaian tindakan maupun menyampaikan pernyataan buruk terkait isu-isu yang menyangkut China, sehingga merugikan kepentingan inti pihak China.
Untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan nasional, serta menentang tindakan separatis "kemerdekaan Taiwan", berdasarkan ketentuan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 6, Pasal 9, dan Pasal 15 Undang-Undang Anti-Sanksi Asing Republik Rakyat China, pemerintah Tiongkok memutuskan untuk mengambil langkah-langkah balasan berikut terhadap Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Paraguay Gustavo Emigdio Villate Samaniego dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Belize, Francis Fonseca.